TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Waspada terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menggelar rapat koordinasi penanggulangan Covid-19, Senin (14/2).
Kali ini melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, forum RT/RW, juga pelaku usaha dan swalayan di Kota Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor Walikota,
Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, memimpin rapat bersama Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando, dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Samsudi S.Sos, MH.
Dalam rakor tersebut Rahma menyampaikan bahwa hingga hari ini kasus aktif covid-19 di Kota Tanjungpinang terus meningkat.
“Kasus positif covid-19 di Kota Tanjungpinang setiap harinya terus bertambah. Untuk itu, kita harus kembali perketat protokol kesehatan dan jangan lalai. Dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 akan sangat efektif dengan memperketat prokes. Jauh lebih bijak jika kita perketat prokes dari awal, sehingga penyebarannya bisa kita tekan semaksimal mungkin,” ucapnya.
Disampaikan Rahma, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat berpengaruh dalam memaksimalkan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat.
“Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, juga perangkat RT dan RW sangat berpengaruh dalam memberikan sosialisasi juga edukasi untuk masyarakat kita terhadap penerapan prokes di lingkungannya. Jika diperlukan kita susun Satgas Covid khusus rumah ibadah terkait memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah di rumah-rumah ibadah,” tambahnya.
Rahma juga mengimbau kepada pelaku usaha dan swalayan untuk menerapkan protokol kesehatan ditempatnya.
“Tingkatkan lagi disiplin prokes, penggunaan masker dan tidak terjadi kerumunan. Untuk di tempat usaha, tetap memperhatikan jarak meja dan kursi, serta kapasitas pengunjung, yang juga berlaku bagi swalayan”, tambahnya.
Lebih lanjut disampaikannya bahwa tugas semua pihak membantu Pemerintah, TNI dan Polri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19.
“Semua pihak berperan penting dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan mengontrol penerapan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing,” harapnya.
Terakhir, Rahma mengatakan bahwa kenaikan kasus aktif Covid-19 di Kota Tanjungpinang akan berpengaruh pada status Kota Tanjungpinang.
“Saat ini kita sedang menunggu hasil assesment dari Kemenkes terkait status terbaru Kota Tanjungpinang, setelah keluar akan segera kita tindaklanjuti melalui Surat Edaran Walikota yang mengatur terkait kegiatan masyarakat,” tutupnya