TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Kajaksaan Negeri Tanjungpinang menggelar press release di Aula kantor Kajari, tentang pencapaian kinerja Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.
Salah satunya mengungkap kasus akun bodong yang menerpa Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono SH, yang hoax setiap ada pemberitaan positif.
Hal itu diungkapkan Joko setelah melakukan penyusuran Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono melaksanakan konfrensi pers di kantornya jalan Basuki Rahmat.
Di depan sejumlah awak media, Joko mengungkapkan bahwa akun Bakry tersebut aslinya ada di NTT dengan nama aslinya Bakry Laga Making warga di Hoelea.
“Awalnya saya melihat ada pembahasan antara Bakry dengan salah satu yang juga berasal dari NTT menggunakan bahasa daerah,” sebutnya.
Dari situ, lanjut Joko, dirinya berkoordinasi dengan sahabatnya di NTT dan akhirnya terungkap siapa akun Bakry tersebut.
“Kemungkinan akun ini sudah dihacker orang lain. Ini yang akan kita telusuri siapa sebenarnya orang dibalik akun Bakry,” ungkapnya.
Seelumnya diberitakan, Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono diterpa hoax setiap ada pemberitaan positif tentangnya. Berita Hoax itu datang dari akun yang diduga “Bodong” dengan nama akun Facebook (FB) Bakry yang selalu komen disetiap pemberitaan yang menyangkut Kajari Tanjungpinang.
Siapakah akun FB atas nama Bakry sebenarnya?
Akan hal tersebut awak media ini melakukan konfirmasi kepada Joko Yuhono selaku orang yang dirugikan dan diduga merusak nama baiknya oleh akun Bakry, Ahad (07/11/2021).
Joko menjelaskan, akun ini hadir setiap kegiatan sosial yang ia laksanakan. Menurut Joko hal ini tidak fair dan merugikan nama baiknya.
“Setelah kita telusuri, pengguna akun Bakry ini saat saya di Batam.
Saya berharap hal ini tak terjadi lagi kepada saya atau pun orang lain. Mari kita bersama menjadikan Kota Tanjungpinang ini kondusif dan bebas dari Covid-19,” pungkas Joko.
Sementara, setelah awak media ini kembali menelusuri akun Bakry di FB di hari yang sama, akun tersebut sudah lenyap bersama postingannya yang merugikan nama baik Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono. Dan akun itu diduga telah dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.