Gelapkan Kas Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat, Terdakwa Kembali Disidangkan

Sidang lanjutan dugaan pengelapan kas mesjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, dengan terdakwa Zulkarnain kembali digelar di PN Tanjungpinang, Senin (5/10).

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Sidang lanjutan dugaan pengelapan kas mesjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, dengan terdakwa Zulkarnain kembali digelar di PN Tanjungpinang, Senin (5/10).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa itu dipimpin oleh hakim ketua M. Djauhar Setyadi.

Kepada majelis hakim, pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mengaku telah mengelapkan uang kas mesjid sejak Januari 2015 sampai dengan Januari 2019.

Seharusnya, kata dia, uang kas disetor ke rekening bank mesjid sebesar Rp 657.923.413, namun yang ia setor hanya Rp 40.688.613.

Ia mengatakan, setiap bulannya menggunakan uang kas tersebut bervariasi mulai dari Rp 7,5 Juta hingga Rp 20 Juta, sehingga total digunakan mencapai Rp 617.235.000.

“Uang untuk belanja keperluan dapur, bantu anak juga, anak ada dua,” katanya.

Ia mengaku khilaf, awalnya hanya bermaksud untuk pinjaman. “Saya khilaf, saya niat pinjam,” ucapnya.

Ia menyampaikan, sudah ada mengembalikan uang kas yang digunakan. Pengembalian itu dalam bentuk uang cash Rp 82 Juta dan menyerahkan sertifikat rumah dan tanah yang ditaksir memiliki harga Rp 293 Juta.

“Total yang sudah dikembalikan sekitar 375 Juta, sisanya saya sudah menyampaikan ke pengurus akan menggantinya lagi dengan menjual tanah keluarga,” ucapnya.

Setelah mendengar keterangan terdakwa, majlis hakim menunda sidang hingga satu pekan mendatang dalam agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.