Anggota DPRD Tanjungpinang Minta Pemko Perhatikan Nasib Pengelolaan Bank Sampah

Anggota DPRD Tanjungpinang, Agus Chandra Wijaya, SE.,SH saat mengunjungi pengurus dan anggota komunitas Bank Sampah KSM Cermai di Kelurahan Sei Jang, Rabu (26/8/2020) sore

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Anggota DPRD Tanjungpinang, Agus Chandra Wijaya, SE.,SH berharap Pemko Tanjungpinang memperhatikan nasib para pegiat bank sampah, khususnya pengelolaan Bank Sampah KSM Cermai di Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.

Menurut Agus, komunitas Bank Sampah merupakan salah satu garda terdepan mendukung penataan Kota Tanjungpinang yang bersih, asri dan ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan Agus, saat reses bersama warga di wilayah Kecamatan Bukit Bestari, Rabu (26/8/2020) sore.

“Pemerintah seharusnya mendukung seperti ini, karena mereka garda terdepan untuk kebersihan kota kita ini. Kalau nggak ada mereka lalu siapa lagi,” kata Agus Chandra, yang juga Ketua Fraksi NasDem di DPRD Tanjungpinang ini.

Agus mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi para komunitas pegiat pengelola bank sampah di Tanjungpinang dan pengusaha pengelolaan sampah daur ulang di Tanjung Unggat yang telah berjuang untuk lingkungan Kota Tanjungpinang yang lebih bersih, sehat dan indah.

“Bersyukur hari ini berkesempatan mengunjungi dan sharing bersama Ibu Novita Yuslinda pengelola Bank Sampah Cermai di Jalan Seijang dan Bapak Loren Chua pengusaha pengelolaan sampah daur ulang di Tanjung Unggat,” pungkasnya

“Luar biasa sekali melihat mereka dan team bekerja mengelola, memilah sampah dan melakukan pengemasan terhadap sampah daur ulang tersebut sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi,” tuturnya

Menurut Agus, sampah ini merupakan PR (pekerjaan rumah) kita bersama. Ia mencontohkan sejumlah negara telah melakukan pemilahan atas sampah.

Bahkan dari hasil study banding yang dikunjungi beberapa bulan lalu, dirinya menilai ada beberapa daerah yang sukses mengelola sampah.

“Diluar sana seperti di Taiwan dan Korea Selatan sampah ini ada pemilahan, ada beberapa jenis tong sampah. Dan saya terakhir ini, study banding ke Jogja (Dalam Negeri), mereka mengelola sampah sangat baik. Jadi kerja-kerja seperti bu Linda ini sangat baik dan kita sangat mendukung penuh,” ujar Agus Chandra, mantan Pemimpin Redaksi Tabloit Seputar Kepri, di Tahun 2010 itu.

Selain komunitas bank sampah, Agus juga mendapat keluhan para nelayan ikan dan penangkap (penyondong) udang di Kelurahan Tanjung Unggat yang menggunakan alat tangkap jaring seadanya.

Lanjut Agus, saat ini Kelompok Nelayan Udang yang diketuai oleh Sunardi sangat berharap ada bantuan berupa minyak bensin dari pemerintah.

Selain itu, ujar Agus, ada juga bebeberapa warga yang mengeluhkan tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sembako akibat pandemi COVID-19.

Agus mengungkapkan, dari hasil reses tersebut dirinya akan membawa keluhan warga untuk dijadikan pokok-pokok pikiran, dan selanjutnya diusulkan untuk dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungpinang.

“Kami berkomitmen, kami siap sepenuhnya mendukung apa yang dilakukan bu Linda dan memperjuangkan apa yang menjadi keluhan warga yang lain,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya salah satu warga yang juga ketua Bank Sampah KSM Cermai Sei Jang, Novita Yuslinda mengatakan mengeluhkan kurangnya perhatian ataupun bantuan dari pemerintah setempat dalam pengelolaan bank sampah di Tanjungpinang.

Saat ini, ujar Yuslinda, pengelolaan bank sampah yang memliki anggota lebih kurang 100 orang tersebut kurang maksimal disebabkan minimnya sarana dan prasarana.

“Kami pengurus bersyukur atas kedatangan anggota DPRD yang kebetulan tempat tinggalnya di Sungai Jang. Kami berharap ada lagi bantuan untuk kami. Memang selama 10 Tahun berdiri, kami dapat bantuan satu unit motor kaisar waktu zaman pak Lis Darmansyah (Mantan Walikota Tanjungpiang, red). Setelah itu gak ada lagi,” ujar Novita Yuslinda, Rabu (26/8/2020).

Selebihnya, kata Linda, pengurus Bank Sampah KSM Cermai Sei Jang hanya memperoleh bantuan  dari beberapa anggota DPRD yakni Weni, Mimi Betty dan Riwayat yang saat itu menjabat Camat Bukit Bestari.

Yuslinda berharap, permohonan bantuan yang sudah diajukan pihaknya disetujui oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Gudang kami ini sudah 10 tahun, sudah mau roboh pak Agus. Ini pun dulu bantuan dari beberapa anggota DPRD dan pak Riwayat. Ini kami sudah masukkan beberapa kali permohonan, ternyata pencairan kami di nol kan (tidak cair). Yang jelas jangka pendek ini kami membutuhkan bantuan keranjang-keranjang tempat sampah, bantuan mesin pencacah plastik, buku tabungan dan mesin pembuat kompos,” imbuhnya.

“Kemudian kalau hujan, parit ini banjir pak, jadi kami tidak bisa menyimpan barang. Besar harapan, keluhan kami menjadi perhatian pak Agus,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.