
TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Cegah masuknya penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Tanjungpinang dan Bintan Balai Karantina pertanian kelas II Tanjungpinang memperketat pengawasan.
Kasi Karantina Tumbuhan, Khalid Daulai mengatakan, sebagai daerah yang memiliki pintu masuk dengan negara lain di perlukan perhatian khusus dan harus terus dilakukan pengawasan yang ekstra agar penyebaran penyakit demam babi Afrika ini tidak masuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
“Saat ini demam babi sudah sampai Filipina maka perlu peningkatan pengawasan dipintu masuk,” katanya Jumat (8/11).
Khalid menyebutkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada tamu atau turis dari mancanegara untuk tidak membawa produk-produk yang memungkinkan membawa penyakit tersebut.
“Tanjungpinang dan Bintan masih bebas dari virus ASF namun kita bersama dengan instansi terkait tetap melakukan pengawasan,” sebutnya.
Menurutnya, dampak dari virus ini, menyebabkan sangat besar pada materi terhadap matinya hewan ternak babi yang diakibatkan serangan sangat cepat dari virus.
Namun virus ASF yang tidak berbahaya bagi manusia namun sangat mematikan untuk babi, jika hewan sudah terkena virus maka akan mempengaruhi nilai ekpor dan penyebaran virus ini tidak hanya melalui hewan hidup namun juga bisa melalui hewan yang telah berbentuk daging olahan.
“Tiap hari kita mengekspor 1000 Babi ke Singapura, maka kita menjaga agar hewan terbebas dari virus,” ujarnya.
Penulis : Raymon
Editor. : Frengki