Perangi Narkoba, Bintan Launching Desa Bersinar

Bupati Bintan, H. Apri Sujadi yang dihadiri Kepala BNN Perwakilan Provinsi Kepri Brigjen Pol Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA melaunching Desa Bersinar, Selasa (5/3/2019).

BINTAN | Wartarakyat.co.id – Letak strategis Desa Berakit di Kabupaten Bintan yang merupakan salah satu perbatasan negara sering dijadikan tempat berlabuh bagi para penyeludup narkoba. Bahkan tengah malam pun Dermaga nelayan terkadang dimanfaatkan ‘pelabuhan tikus’ dalam operasi paket kiriman narkoba. Hal itu dilakukan guna menghindari pantauan aparat dan masyarakat.

Untuk itu, dalam rangka melawan dan meminimalisir maraknya peredaran narkoba, Pemerintah Kabupaten Bintan melaunching Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di desa Berakit, Selasa (5/3/2019). Hal itu bertujuan disiapkan sebagai salah satu satgas terdepan bersama kepolisian dan masyarakat.

Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos menyampaikan perlunya upaya bersama dalam mengatasi masalah berstatus internasional ini.

“ini terobosan baru sebagai bentuk perhatian kita bersama. Narkoba saat ini telah menghantui masyarakat. Kami sangat berharap, para pegiat Desa Bersinar bisa memberikan dedikasi terbaik untuk persoalan ini” papar Apri.

Bupati menambahkan, nantinya Desa Berakit ini akan dijadikan sebagai pilot project bagi desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Bintan.

Diketahui Bintan sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan negara luar cukup memberi celah bagi mafia benda haram perusak generasi ini.

Beberapa kasus penangkapan dan penyergapan penyeludupan narkoba yang terus meningkat, menandakan perlunya upaya lebih dalam pencegahan maupun pemberantasan.

Kegiatan Launching Desa Bersinar ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Perwakilan Provinsi Kepri Brigjen Pol Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA.

Dalam kesempatan itu, Richard memberikan apresiasi tinggi bagi pegiat Desa Bersinar ini. Menurutnya, BNN maupun pihak kepolisian tidak bisa bekerja secara maksimal tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini mafia narkoba punya berbagai ide untuk menembus pasarnya hingga ke perkampungan. Hadirnya para pegiat anti narkoba ini sangat kami apresiasi dan kami harapkan dapat memaksimalkan seluruh kinerja kita bersama” ujarnya.

“Kita paham, seperti sabu saja yang di Malaysia harganya berkisar 400 ribu/gram kalau dirupiahkan dan bisa meningkat 4 kali lipat jika sudah dipasarkan di sini. Dengan banyaknya keuntungan ini tentu menjadi alibi bagi mereka untuk melakukan berbagai cara menembus pasar yang lebih luas hingga ke sini,” tutupnya (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 Komentar