Si Jago Merah Mengamuk, Damkar Tanjungpinang Berhasil Padamkan

44

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT Kebakaran lahan kembali terjadi, kali ini lahan yang berada di RT 01 RW 03 Sei ladi Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota ludes terbakar api di saat angin kencang, Kamis (18/02).

Tiga Unit Armada Damkar berukuran 6000 Ton satu unit dan dua unit ukuran 4000 ton serta beberapa petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan si jago merah dan di bantu oleh warga sekitar serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Bugis.

Ketua RT 01 RW 03 Sei Ladi, Fadillah mengatakan bahwa terjadi kebakaran lahan milik warga sekitar pukul 14:00 Wib di akibatkan seorang anak kecil yang membakar sampah.

“Kejadian berawal sekitar pukul 2 siang, di sebabkan adanya anak kecil yang membakar sampah sehingga api menjalar ke lahan kavlingan milik beberapa warga di sertai angin kencang,” ungkap Tok Dilla.

Ketua RT 01/RW 03 Sei Ladi ini terima kasih kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Bugis yang telah merespon dengan cepat untuk menghubungi Pemadam Kebakaran sehingga petugas Damkar bisa tepat waktu tiba di lokasi.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Hantoni menjelaskan berdasarkan informasi dari Bapak Raynal terkait adanya Kebakaran di wilayah Sei Ladi RT 01 RW 03 Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota.

 

“Laporan yang kami terima sekitar pukul 2 siang dan langsung Team mempersiapkan untuk menuju ke TKP, dengan waktu singkat Team telah tiba di TKP dengan area yang luas dan Medan yang sulit pemadaman menggunakan sebanyak 12 selang dengan total panjang selang 120 meter sehingga proses pemadaman dapat dilakukan,” jelas Hantoni.

Hantoni melanjutkan total lahan seluas lima hektare namun hanya dua hektare yang terbakar, berdasarkan informasi di lapangan lahan tersebut di miliki beberapa orang secara kavlingan.

“Alhamdulillah sekitar pukul 3 atau selama satu jam api bisa di jinakkan, namun kami masih melakukan pendinginan supaya tidak ada lagi api yang menyala,” terangnya.

Dugaan kami sementara dari hasil penyelidikan di TKP menurut informasi dari warga di lapangan, ada warga yang membakar sampah sehingga percikan api mengenai salah satu lahan yang ada di sini, ” lanjutnya.

Selain itu Hantoni juga menghimbau kepada kepada masyarakat agar tidak ada yang membakar sampah pada saat musim kemarau dan angin kencang saat ini yang dapat menimbulkan kebakaran.

“Apabila dengan sengaja melakukan pembakaran tersebut ada unsur pidana dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ada di pasal 6 akan dikenakan Sanksi Penjara 5 s/d 10 Tahun dan denda Rp 5 s/d 10 Milyar,” pungkas Hantoni.

Pewarta : Ilham
Editor     : Prengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.