KPR Ditolak, Pengembang Perumahan Puriresidence Kecewa dengan Bank BTN Pangkalpinang

123
Kantor Bank BTN Cabang Pangkalpinang.

PANGKALPINANG | Warta Rakyat Pihak pengembang Puriresudence merasa kecewa lantaran pengajuan kredit KPR ditolak oleh pihak Bank BTN Cabang Pangkalpinang.

Padahal Bank BTN merupakan salah satu bank yang ditunjuk pemerintah untuk membantu terwujudnya KPR yang bersubsidi bagi masyarakat.

Salah satu pengembang yang bekerjasama kemitraan ke Bank BTN adalah pengembang perumahan KPR Puriresidence di Jl. Kartini Utama Kelurahan Selindung, Pangkalpinang.

Pemilik Puriresidence Pangkalpinang, Gunawan Chen mengatakan pihaknya telah mengembangkan perumahan subsidi pemerintah beberapa tempat diantaranya Koba Green Residence, Padang Baru Residence, Griya Pangkalpinang dan Belitung.

Tanjungpinang

Dalam wawancara singkatnya Gunawan Chen menyebutkan, pihaknya sebagai pengembang perumahan merasa kecewa lantaran pihak Bank BTN cabang Pangkalpinang menyetop dan membatalkan pengajuan kredit KPR yang berada di perumahan di Padang Baru Bangka Tengah.

Hal itu diungkapkan Gunawan Chen saat berada di kedai kopi depan Hotel Sun Pangkalpinang, Rabu (29/07/20).

Pemilik Puriresidence Gunawan Chen Pangkalpinang

Pemilik Puriresidence itu saat ini merasa Kecewa sebab pengajuan kredit KPR seharusnya lancar, namun kini mengalami kendala ditolak oleh Bank BTN Cabang Pangkalpinang.

Menurut Gunawan Chen, alasan tidak disetujuinya pinjaman tersebut dikatakan pihak Bank BTN karena lokasi perumahan yang di Padang Baru dianggap banjir saat musim penghujan.

“Namun kenyataanya setelah kita bikin saluran sampai sekarang walau ada hujan tidak banjir normal normal saja,” ungkap Bos Developer itu.

Labih lanjut di katakan Gunawan, pada kuartal ketiga ini tidak bisa mencapai target, padahal dari APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan Pemukiman Seluruh Indonesia) sendiri seharusnya
sudah mencapai kurang lebih 3 ribu unit rumah rakyat.

“Yang lebih miris lagi ketika saya mengajukan kembali untuk pinjaman permodalan kredit kontraktor, namun pihak BTN menutup kran permodalan tersebut sehingga pihak pengembang di derah tidak bisa bekerja dengan baik dan belum bisa cair dengan alasan Covid dan daya beli kurang,” Imbuhnya.

Lanjutnya, dirinya sendiri dalam mengangsur pinjaman ke BTN tidak ada kendala namun sepertinya pihak bank BTN sengaja tidak memberikan pinjaman kredit kontraktor dan konstruksi bahkan tidak mau memperpanjang lagi.

Ia mengatakan, bahwa pihak Kanwil sendiri sudah menyetujui agar pinjaman kredit kontraktor miliknya ke BTN cabang Pangkalpinang di perpanjang lagi.

“Dan saya harap, pihak bank BTN lebih memperhatikan pengembang di daerah ini, lebih serius lagi membantu mewujudkan sejuta rumah rakyat sesuai dengan arahan presiden Joko Wdodo rumah bersubsidi hunian yang layak bagi masyarakat,” pungkas Gunawan.

Saat wawancara awak media dengan Feri, Kepala Perkreditan Bank BTN Cabang Pangkalpinang

Sementara itu, pihak Bank BTN cabang Pangkalpinang, Fery Kepala Perkreditan menjelaskan, bahwa pihak Bank BTN tidak akan mempersulit pihak manapun, asalkan sudah memenuhi syarat pengajuan KPR

“Terlebih ke pihak pengembang akan lebih selektif dan transparan terhadap pengajuan terkait KPR subsidi karena hal tersebut ada kaitanya dengan program pemerintah, yang penting syarat dan prosedur di penuhi kurasa pihak BTN setuju tidak masalah,” terangnya .

Feri juga menyinggung terhadap calon debitur agar lebih lengkap data diri saat memberikan akses ke pihak Bank BTN supaya lolos administrasi.

Karena itu, kata Feri, Pihak BTN akan lebih selektif memilih calon debitur supaya tidak ada kendala dan lancar mengambil KPR bersubsidi tersebut .

“Terpenting calon Debitur tidak dalam masalah di perbankan, BI ceking masuk, penghasilan sesuai kriteria bank, Kk tidak ada masalah pihak bank pasti memakai standart. Satu hari pengajuan dan interviu, lima hari proses setelah di lihat maka di realisasi,” sebut Fery.

Pewarta : Haryani
Editor     : Prengki


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.