8 Mahasiswa Jurusan Ilmu HI FISIP UMRAH Kunjungi Kantor Anggota DPRD Kota Tanjungpinang

646
Foto bersama Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus Marulak Sitohang, SE, Ak dengan 8 mahasiswa Fisip Hubungan Internasional Umrah usai diskusi, Rabu (14/11/2018)

Tanjungpinang | Wartarakyat.co.id -Delapan mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkunjung ke kantor anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Rabu (14/11/2018).

Hal ini disampaikan langsung oleh anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus Marulak Sitohang.

Petrus yang juga caleg DPRD Kepri dapil Tanjungpinang, dengan nomor urut 2 dari partai berlambang kepala banteng moncong putih ini mengatakan, kunjungan yang dilakukan para mahasiswa tersebut dalam rangka pemahaman mata kuliah networking yang ada dijurusan HI itu sendiri.

“Mereka (Mahasiswa) datang untuk konsultasi pemahaman mata kuliah networking yang sedang mereka ikuti saat ini,” kata Petrus saat menerima kunjungan tersebut di Kantornya.

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan networking jaringan kerja, di mana ada hubungan kerjasama beberapa pihak atau orang untuk bisa mencapai fungsi tertentu.

Menurutnya, relevansi networking mahasiswa HI dengan tupoksi DPRD adalah bagaimana mahasiswa HI bisa berperan dalam meningkatkan kunjungan akademisi atau mahasiswa HI dari luar Tanjungpiang datang berkunjung ke Tanjungpinang baik dalam rangka penelitian Ilmu-ilmu HI maupuan seminar-seminar baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

Sebab, lanjutnya, pertemuan antar bangsa akan mendorong dialog budaya dan meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antar bangsa.

“Dengan meningkatnya kegiatan-kegiatan seminar yang dilaksanakan di Umrah saya yakin akan berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Suasana diskusi dengan Mahasiswa Ilmu HI fisip Umrah diruangan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus Marulak Sitohang

Beberapa kota di Indonesia perkembangannya sangat tertolong dengan keberadaan Universitas-universitas di kota-kota tersebut misalnya kota Depok, Bandung, Jogja, Salatiga, Malang dan lain-lain.

“Contoh kota Malang sangat terbantu dengan keberadaan Universitas Brawijawa dan IKIP Malang yang sekarang berubah menjadi Universitas Malang. Setiap kali saya ke Malang saya melihat bagaimana kota Malang ramai dikunjungi orang-orang dari luar kota Malang termasuk luar negeri untuk  menghadiri kegiatan-kegiatan ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya dan universitas-universitas  lainnya,” katanya menjelaskan.

Jadi, Umrah juga bisa menjadikan kota Tanjungpinang menjadi pusat pengkajian ilmu-ilmu kemaritiman termasuk Hubungan Internasional karena letaknya yang strategis berada di provinsi yang 98 persen lebih wilayahnya merupakan lautan dan berada di kawasan perbatasan dengan negara-negara Asean yang tumbuh pesat.

“Bicara mengenai perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah “diberlakukan” negara-negara anggota Asean sejak tahun 2016, Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Tanjungpinang adalah daerah yang sebenarnya paling banyak menikmati manfaatnya jika perjanjian itu sungguh-sungguh dilaksanakan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Ia mengajak mahasiswa Umrah untuk mendorong Umrah menjadi pusat kajian di bidang model perjanjian kerjasama internasional dengan mengambil MEA sebagai special project.

“Tanjungpinang layak menjadi pusat kajian mengenai MEA karena Umrah ada di kota Tanjungpinang dan kota ini sangat dekat dengan beberapa negara Asean sehingga masyarakat Tanjungpinang sangat memahami budaya Asean,” tutupnya. (Prengki/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.